![]() |
| Sumber photo: backpackerjakarta.com |
YOGYAKARTA — Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, aparat kepolisian bersama pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan penutupan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan strategis. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas warga dan wisatawan.
Kawasan pusat kota diprediksi
menjadi titik keramaian utama karena banyak warga memilih merayakan malam Tahun
Baru di ruang publik. Oleh karena itu, penutupan jalan dilakukan secara
bertahap dan situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Daftar
Jalan yang Ditutup Sementara
Beberapa ruas jalan di pusat Kota
Yogyakarta yang ditutup sementara untuk kendaraan bermotor antara lain:
Penutupan ini difokuskan untuk
memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki serta mencegah
kepadatan kendaraan di kawasan wisata utama.
Kawasan
dengan Pembatasan Akses Kendaraan
Selain penutupan jalan, aparat juga
melakukan pembatasan akses kendaraan di sejumlah kawasan yang diperkirakan
menjadi pusat kerumunan, di antaranya:
Di kawasan tersebut, kendaraan
bermotor dibatasi atau dialihkan, sementara pejalan kaki tetap diperbolehkan
dengan pengawasan petugas.
Rekayasa
Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Rekayasa lalu lintas juga
diberlakukan di beberapa simpang utama dan akses masuk ke pusat kota. Arus
kendaraan dari arah Sleman, Bantul, dan Kulon Progo diarahkan melalui jalur
alternatif dan ring road untuk menghindari penumpukan di area inti kota.
Petugas lalu lintas disiagakan di
titik-titik strategis guna mengatur arus kendaraan serta membantu pengguna
jalan yang membutuhkan informasi arah.
Imbauan
untuk Warga dan Wisatawan
Aparat kepolisian dan pemerintah
daerah mengimbau masyarakat untuk:
- Menghindari pusat kota jika tidak memiliki kepentingan
mendesak
- Mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan
- Mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas
- Menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan
Imbauan ini ditujukan agar perayaan
malam Tahun Baru dapat berlangsung aman dan tertib tanpa gangguan lalu lintas
yang berarti.
Antisipasi
Kepadatan di Malam Pergantian Tahun
Lonjakan jumlah pengunjung di
kawasan Malioboro, Titik Nol Kilometer, dan sekitar alun-alun menjadi perhatian
utama aparat. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas dilakukan secara dinamis,
termasuk penyesuaian arus kendaraan dan pembatasan akses di waktu tertentu.
Langkah ini juga bertujuan memastikan
jalur darurat tetap tersedia jika dibutuhkan.
Penutup
Penutupan sejumlah jalan dan
rekayasa lalu lintas di Yogyakarta saat perayaan Tahun Baru 2026
merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama.
Masyarakat diharapkan dapa



