YOGYAKARTA — Monolog satir berjudul Hanya Orang Gila yang Bilang Negeri Ini Baik-Baik Saja akan dipentaskan pada Selasa, 4 Februari 2026, di Gedung Societet Militaire, Yogyakarta, pukul 19.30–21.00 WIB. Pertunjukan ini mengangkat kritik sosial tentang budaya berpura-pura, pembungkaman suara kritis, serta normalisasi dusta dalam kehidupan bernegara.
Alih-alih menawarkan hiburan yang menenangkan, monolog ini secara sengaja menghadirkan kegelisahan. Tawa yang muncul di atas panggung digambarkan bukan sebagai ekspresi kebahagiaan, melainkan sebagai tawa pahit—bahkan menyakitkan—yang lahir dari luka sosial dan politik yang kerap diabaikan.
Melalui pendekatan satir, pertunjukan ini memotret kondisi masyarakat yang lebih memuliakan kepatuhan daripada keberanian berpikir. Mereka yang bertanya kerap dianggap mengganggu, sementara kewarasan justru dilabeli sebagai kegilaan. Penonton diajak bercermin pada realitas tersebut, melihat kembali posisi diri di tengah situasi yang dinilai “tidak baik-baik saja”.
Monolog ini diproduksi secara kolaboratif oleh Ketika Teater, Komunitas Teater Senthir Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan Family Merdeka Production. Para penggagas menyebut teater sebagai ruang alternatif yang masih memungkinkan kejujuran di tengah menyempitnya ruang ekspresi publik.
Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan ditujukan bagi penonton yang merasakan keganjilan sosial, namun kesulitan menemukan ruang untuk berbagi dan bersuara.



