Scroll untuk melanjutkan membaca

Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif

IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif

JAKARTA
– Mengawali pekan perdagangan ini, awan mendung tampaknya masih menggelayuti bursa saham domestik. Bayang-bayang tekanan jual diproyeksikan masih menjadi sentimen utama yang menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (14/9).

Bagi para investor, kondisi pasar saat ini menuntut kewaspadaan ekstra dan strategi perdagangan yang lebih teliti. Terlebih lagi, rentetan rapor merah pada penutupan pekan sebelumnya meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pasar modal Indonesia.

Pada akhir pekan lalu, bursa domestik ditutup dengan angka yang kurang menggembirakan. IHSG tergelincir 0,73 persen dan harus rela parkir di level 6.541. Dominasi kubu bearish sangat terasa; tercatat sebanyak 453 saham berjatuhan ke zona merah, berbanding terbalik dengan hanya 183 saham yang mampu menguat, sementara 153 saham lainnya tidak bergerak dari posisi awal (stagnan).

Lebih jauh, rentetan koreksi tersebut tidak hanya menggerus indeks, tetapi juga berdampak langsung pada valuasi keseluruhan bursa. Kapitalisasi pasar bursa tercatat menguap sebesar 1,32 persen, menyusut dari Rp11.599 triliun menjadi Rp11.446 triliun. Penurunan kapitalisasi ini menjadi indikator kuat bahwa aksi ambil untung dan pelepasan aset oleh pelaku pasar masih mendominasi pergerakan.

Analisis Teknikal: Waspadai Level Support Kritis

Merespons tren pelemahan ini, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan catatan khusus bagi para pelaku pasar. Menurutnya, pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu masih menyisakan momentum negatif.

Herditya memperkirakan bahwa IHSG masih sangat rawan melanjutkan koreksinya, mengingat tekanan jual masih terus mendominasi bursa saham.

Dalam kacamata teknikal, Herditya memetakan rentang pergerakan IHSG hari ini berada di posisi yang krusial. Ia memproyeksikan indeks akan bergerak menguji area support di rentang level 6.448 hingga 6.318. Jika tekanan jual terus berlanjut dan support ini tembus, indeks berisiko meluncur lebih dalam. Namun, jika muncul perlawanan dari aksi beli (bargain hunting), IHSG memiliki peluang untuk merangkak naik menuju level resistance di angka 6.633 hingga 6.705.

Peluang Cuan di Tengah Tren Merah

Meski pasar secara umum sedang lesu, bukan berarti peluang untuk mencetak keuntungan tertutup rapat. Strategi stock picking atau pemilihan saham secara sangat selektif menjadi kunci utama saat indeks sedang volatil dan tertekan.

Di tengah proyeksi koreksi ini, Herditya Wicaksana tetap merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan teknikal yang menarik dan bisa dijadikan incaran pantauan. Beberapa saham tersebut meliputi emiten ADMR, INET, NCKL, dan DSNG.

 

Also Read
Latest News
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
  • Tekanan Jual Belum Mereda, IHSG Rawan Terkoreksi: Saatnya Investor Pasang Strategi Defensif
Post a Comment
Bantuan Indotribune ×
Halo! Ada yang bisa kami bantu hari ini?